Seorang teman cakap sekali dia, tanggap dalam melihat masalah dan mampu mengupasnya dengan kata2 yang baik. Dalam setiap postingannya atau pun nasehat2nya di FB atau di Blognya, tak lupa menaruhkan ilmunya yang ruaaaaaaaar biasa. Karena lingkungan kecil kami, gesekan gesekan itu selalu terjadi, dan boleh dibilang hanya orang2 yang pintar dan bijak yang mampu membawa diri juga menata hati. Bagaimana tidak kita hanya diam, disela teman2 kita bercanda ria dan tertawa senang, bercerita dan saling berseloroh? Alhasil semua pasti percaya, mana tahan untuk tidak kumpul2 dan menyatu dengan teman2 yg notabene satu profesi, misalnya ibu rumahtangga, dgn suami yg satu kantor lagi. Atau dengan tetangga satu deret kampung..
Dan sang teman tadi selalu dan selalu kalau tak mau dibilang sering, dia mengangkat tema yang paling tajam “pergunjingan”. Bila materi (the topic of the day is ….) masalah diomongin orang dia banyak rujukannya, baik Al Qur’an ataupun hadist bahkan pendapat ulama.
Kita berhenti disini, tolong dicerna bahwa saya menulis tidak membawakan satu tokoh, yaitu misalnya A, tidak begitu tokoh ini ada di sekitar kita, atau bahkan kita sendiri…OK mari kita lanjutkan.
Perilaku yang menarik dari sang teman tadi, dia begitu matang dalam materi, bahkan bila disuruhkannya untuk membuat ceramah, maka materi itu akan begitu melekat dalam ceramah atau kultum yg dibawakannya. Hanya sayang, sayang menurut saya, bila dia kita ajak bicara, dan maaf ngomong kita ngerumpiin satu orang, apa yg terjadi maka berbusa busa bahkan mungkin kita aja kagak tahu malah dia lebih tahu..ckckckckckck…
Sedih, suwer sedih banget punya teman seperti itu, dan paling sedihnya ketika sampai seorang teman terucap, “Dia kan dah sekolah tinggi, pintar, ilmunya banyak,…..kok ngga mengamalkan ilmunya yah,…sadar apa nggak dia yah??” Mungkin kalau satu dua kali tak menjadi masalah, mungkin dia khilaf, tapi sampai terucap kata teman seperti itu, sang teman yang cakap itu tak merasa dirinya salah..eh apa iya yah…
Kadang2 saya suka nyentil sendiri didepan dia, tapi kayaknya ngga berasa, mungkin karena saya kurang begitu peka dgn keadaan, tidak seperti dia yg peka banget apa pekak yah xixixixi…Kadang berpikir, nich orang musti diapain biar dia tahu kalau dia tuh salah,..tapi karena dia sudah di kuliahan tinggi dibandingkan diriku, pikiran itu tertepis dgn ucapan,..”Well, ngapain ngurusin orang diri sendiri aja kagak keurus..”
Jadi keingetan satu pesan guru, “Janganlah kita merasa bukan bagian dari apa yang dibicaraka Al Qur’an, ketika Al Qur’an berbicara tentang Yahudi, maka bisa jadi otak dan prilaku kita pun sudah mirip Yahudi, maka Allah SWT ingatkan kita, begitu juga ketika berbicara munafik, jgn berpikir akh itu mah bukan saya, tapi bisa jadi bibit penyakit munafik itu sudah ada dalam diri kita, atau bahkan kita sudah menjadi munafik sejati, Naudzubillahi min dzalik”..
Hiiiiiiiiiii ngeri nya yah..
Maka, carilah kawan yang kita bisa sandarkan tubuh kita ke dadanya, dan kita mintakan nasehatnya, “Nasehatilah aku..!!!”. Agar hati ini tidak berkarat untuk menerima hidayah Nya… Beratus2 buku agama atau genre pendidikan moral telah terbaca, namun bila hati belum teduh dengan iman Nya tak akan meraih surga Nya. Walau telah berbusa-busa mulut berbicara tentang akhlak dan prilaku baik, namun bila prilaku kita tak beranjak dari tempat yg kelam, mana mungkin bisa meraih ke ruangan yang terang…
Jaga Mulutmu, karena itu harimaumu..
Jaga Hatimu, karena itu pedangmu..
(eh buat peribahasanya salah ngga yah…aku butuh nasehatmu!!)
Fotonya ngga nyambung banget..nget..
Di dalam kehidupan kami, mampirlah satu nama yg mungkin ketemunya hanya beberapa kali, namun sungguh membuat diri kami makin mencintainya. Bagaimana bisa kami berkenalan dengannya??? Tak pelak lagi urusannya adalah dgn barang rumah tangga kami yang rusak dan sangat vital kebutuhannya di negeri ini yang mengalami 4 musim, yaitu KULKAS atau lemari es.
Baba Athiya, begitu kami memanggilnya. Sudah penat menghadapi masalah kulkas yg dibetulin sama orang mesir kok ngga bener2, sebentar bener, habis itu break lagi duh itu kulkas maunya dibuang aja. Tapi Alhamdulillah tetangga Indonesia yang hidup di Dokki pada kasih tahu nama dan telepon Baba Athiya yang penolong ini. Setelah menyanggupi, dan tahukah anda dia tak akan menolak untuk menolong orang Indonesia, kapan pun.
Sungguh sangat terharu ketika kami datang ke rumah setelah belanja mendapati sang Baba (bapak) sedang duduk di tangga menunggu kedatangan kami. Kami yang terbiasa dgn kebiasaan orang mesir yang ngaretnya Naudzubillah terkejut dan minta maaf banget pada beliau. Secara beliau dah sepuh banget, dan badannya gemuk, kelihatan susah bernafas pula. Namun patut diacungi jempol dalam menaati janjinya, tepat, walau pun hanya pakai angkutan bus biasa yang kalau dari tempatnya memerlukan waktu berjam2 bila macet.
Tahukan anda, bila orang mesir berjanji terkenal dengan IBM bukan produk elektronik ini mah. Singkatan aja..
Bila pertama mereka berjanji misalnya kapan anda datang, atau kapan selesainya, atau kapan ada barangnya, pasti akan berucap INSYA ALLAH jam sekian atau hari apa etc…I = Insya Allah
Nah pas dgn yang kita janjikan tuh barang atau orang atau yg dijanjikan ngga ada mereka akan bilang dengan enteng..BUKROH..B=Bukroh artinya besok hari..
Besoknya kita datang, lho belum ada juga apa yang dijanjikan maka dengan tanpa dosa mereka akan bilang MALISY..M = Malisy artinya maaf…hasilnya nyebelin n hati2 bila berjanji dgn orang mesir, jadi jgn salahkan daku bila tak percaya padamu Mesir he3..
Kembali ke cerita Baba Athiya tadi, Baba Athiya dgn apiknya meneliti kulkas kami, dan bila kami bantu karena merasakan kasihan melihat tubuhnya yg tua dan gemuk, pasti dia akan menolak dan berujar, saya masih kuat nak.!! Subhnallah..Dan Alhamdulillah kulkas kami pun beres, diganti motornya, dan dengan badan yg setua itu dia antar ayahnya anak2 membelinya, agar tidak salah dan tidak dibohongi katanya..he3..dah belinya jauh diantar pula..
Selesai memperbaiki kulkas, beliau berpamitan, kami tanyakan berapa ongkosnya dia sebutkan yang membuat kami bengong, untung lalat ngga lewat di mulut kami yg menganga, berasa bertemu malaikat dah. Karena dia hanya menyebut angka yang kecil, yang menurut kami malah tak layak, sebab sebelumnya si tukang reparasi mintanya uang duuuuuuuuuuuh buanyak banget, belum ini itunya, udah gitu ngga lama kulkasnya hidup hiks..
Akhirnya kami pun menambah untuk ongkos beliau pulang, apa yang terjadi saudara? Beliau kembalikan uang kami dan berkata, “Ini dah cukup nak, simpan uangmu untuk jajan anakmu..” Gubraaaak,..klepek2..
Ya Allah Baba, sebegitu halusnya dirimu…soalnya bandingin ama orang mesir yg lain nich..Jadi berpikir ternyata masih ada orang baik banget di masyarakat kalangan bawah mesir ini..Ini kejadian di awal tahun 2000 an..
Ayahnya anak2 ngga tega begitupun saya, kami memaksa untuk menemani beliau ke rumahnya, beliau menolak karena memang rumahnya jauuuuuuuuuuuh sekali. Tapi tetap ayahnya pergi dgn beliau, dan memang pulangnya dari tempat beliau larut malam, dan dengan cerita yang membuat terharu karena hidupnya hanya berdua dengan istrinya, anak2nya dah berkeluarga semua. Istrinya ramah malah mengajak makan malam. Dan mereka bercerita tentang semua anak2nya..
Setelah kejadian itu kami agak berhati2 bersikap, karena tidak semua orang digambarkan seperti IBM tadi, karena masih banyak orang2 baik di sekitar kita. Selama ini pun, bila ada orang mesir yg tak baik, saya selalu menafikan itu dan menampilkan sisi baiknya mereka, ternyata efeknya ke diri kita, hati kita makin tenang tinggal bersama mereka..
Subhanallah wal hamdulillah wa syukrilillah…Telah Engkau pertemukan kami dgn Baba Athiya
Bismillah..Permulaan mengisi blog ini, serasa punya rumah ke 2 sesudah MP (Multiply) dengan nama situs yang lain . Untuk Mp saya sudah merasa enjoy untuk kemukakan semua apa yang menjadi bahan renungan saya walau masih terbatas, dan untuk lebih berusaha ke hal yang lebih baik, maka bentuk tulisan bisa saling berbagi dengan yang lain. Mungkin karena pengalaman yang belum banyak, namun saya merasa masih ada waktu. Untuk itu saya tertarik untuk menamainya Menghitung Hari, karena siapa tahu besok kita sudah tak ada. Beri waktu banyak namun ku ingin yang berkah, itu yang dinantikan semua orang. untuk bisa berkunjung ke Rumah Nya yang Indah kelak..

