Menghitung Hari…


Pujian dan Hati yang Lemah
March 3, 2010, 12:09 am
Filed under: Uncategorized

Mungkin beberapa orang menyatakan bahwa pujian itu meningkatkan kinerja kerja kita.  Sementara disisi lain kadang melemahkan kita. Saat kita tidak bersikap baik terhadap pujian itu seringnya malah bukan membuat hati kita dewasa dgn adanya pujian, malah kerapuhan hati yang ada.

Teringat akan satu pepatah ” Taburkanlah pasir ke mulut orang yang suka memujimu”..

Tahukah anda, Pasir di negeri Arab tempat turunnya hadist ini adalah benda yg mudah diraih, karena jaman itu pasir selalau ada di mana2. Bolehkah anda percaya dgn pepatah ini ataukah tidak? Bolehkan anda menilustrasikan lain, seumpama benda yg ada di dekat anda adalah secangkir kopi panas?…Welwh kok teganya yah..

Seberapa besar sih eksesnya pujian itu sampai menjadikan timbulnya pepatah ini? Makin kita rasakan makin kita percayai nasehat ini untuk kita, terutama untuk diri saya khususnya. Memang tipelogi orang akan berlainan. Namun cabalah anda hidup di lingkungan yang penuh dengan pujian dengan tanpa syarat. Bisakah anda bergerak bebas?

Mungkin belum bisa difahami maskud saya, mari saya kutip sebuah prilaku dlm hidup kita. Seorang ibu mengeluhkan dirinya yang tak bisa mendidik anak, dengan tak sengaja ibu itu membandingkan anaknya dan anak si lawan bicara, namun ternyata ibu yg menjadi lawan bicara pun punya keluhan yg sama, walau pun dengan sisi yg berbeda. Nada bicaranya lebih menekankan “inilah saya”,  tak lupa sedikit melontakan nasehat juga pujian… Pujian itu sering terlontar, ibu yg mengeluh tadi pun berpikir, jgn2 ini tipe pujian yg melemahkan saya, karena jelas ibu ini sedang lemah hatinya..

Bersyukur sang ibu sadar, semalaman dia merenungkan pujian2 yang terlontarkan untuknya, padahal kenyataannya Non Sense. Bisakah anda bayangkan anda memuji seseuatu yg sebenarnya tak ada pada diri seseorang. Penipuankah?  Yup, betul sekali,…jadi saya makin merasa khawatir dgn lontaran pujian yg tak ada “rasa”.. Rasa memuji yaitu memuji untuk merasakan senang dan mencoba membangun sifat jiwa yg dipuji..

Nasehat dari seorang alim, ketika anda dipuji maka cepatlah mengmbalikan kepada Yang Mempunyai Segala Pujian yaitu Allah SWT..Bagi anda yang akan memuji orang, sebelum memuji berpikirlah apakah anda mampu membuat si penerima pujian bisa mengembalikan pada Sang Penciptanya atau kah membuat hatinya rapuh, yaitu timbul sifat sombong dan sebagainya yang itu hanya dimiliki oleh Sang Pencipta..

Sebelum anda ditaburi pasir orang lain, berhentilah memuji yang tanpa alasan or cuma basa basi!!!

Takutlah akan bertambahnya golongan orang2 yg sombong kepada Penciptanya gara2 pujian anda!!!

Tapi teruslah memuji yang membuat orang2 makin dekat dengan Sang Pencipta..

Moga dari pujian kita kepada sesama makin banyak orang sadar untuk kembali ke Jalan Nya.

Saya kira tak sulit, hanya butuh mikir dikit..

“Oh bagusnya bajumu!!, pinternya Anakmu!!”

“Oh ya, akh kamu bisa aja muji..Biasa aja kok, dia hanya rajin belajar..”  Srrrrrrrrrrrrrrttttt..hati2…tariklah lawan bicara untuk mengucap..”Alhamdulillah”…

Bila tidak bisa menarik lawan bicara anda untuk mengucap Alhamdulillah maka anda menambah golongan orang2 sombong tadi..Astagfirullah…Maka rasanya cukuplah anda mendapatkan taburan pasir itu..

Semoga bisa menarik hikmahnya.

Cairo 3 maret 00:09


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.