“Janganlah Merasa Terhina”
Cairo di pertengahan tahun 1999. Seperti biasanya seorang adek Mahasiswa Azhar datang bersilaturrahim ke rumahku. Dia bercerita, tadi ketika dia main ke Makram ‘Abid, sambil menuggu bis lewat, rupanya dia mendengar percakapan dua orang remaja tanggung, dengan membawa tas kresek yang berisi sepatu dan baju yang baru saja mereka beli. Dengan saling memperlihatkan apa yang mereka beli kepada temannya, salah satu dari mereka berkata, ” Saya senang membeli barang di Tauhid Wa Nur, karena harganya murah, terjangkau oleh kalangan bawah!!”, Hal ini ditimpali pula oleh temannya, “Bukan hanya murah, namun barang nya pun kwalitasnya cukup memuaskan!!”..
Adek mahasiswa itu dengan mimik dan mata yang berbinar berkata, ” Saya senang dengan keberadaan toko semisal Tauhid Wa Nur yang beda dengan yang lain, mengusung nama Islam, tak malu memperdengarkan Ayat Suci Al Qur’an sepanjang terbukanya pintu toko tersebut. Dan tak malu pula menjadi pioneer toko muslim. Konon katanya keberadaan toko tersebut yang sudah merambah ke seluruh pelosok Mesir, menjadi saingan dari toko yang dimiliki oleh pemerintah. Walau pun harga dari toko pemerintah sudah murah, namun Tauhid Wa Nur bisa menekan lebih banyak lagi dan disenangi oleh lapisan menengah ke bawah.” Aku terpekur mendengarnya.
Apakah mungkin ada di Indonesia yang notabene penduduk muslimnya terbesar diseluruh dunia.??
Sekilas teringat Firman Allah SWT :
wur (#qãZÎgs? Ÿwur (#qçRt“øtrB ãNçFRr&ur tböqn=ôãF{$# bÎ) OçGYä. tûüÏZÏB÷s•B ÇÊÌÒÈ
139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran 139 )
Keberadaan Ekonomi Islam Sangatlah Urgent, Karena mana bisa kita diperhatikan orang kalau ekonomi kita tak kuat!!
Mengupas zaman dahulu, ketika Syarikat Dagang Islam mendirikan partainya, apa yang melatarbelakanginya adalah karena bentukan mental aqidah kuat yang memang ingin berekonomi tapi berekonomi secara Islam.
Kalau ber Islam maka seluruh yang kita lakukan pun harus memakai cara yang diajarkan agama ini. Tidak asal hantam kromo, atau separuh separuh kita pakai. Kalau kita berbuat apa yang tidak kita mampu, mesti kita rasakan dosa, karena Iman di dada katakan itu. Apalagi bila kita kerjakan dosa, rasa hina ada di rasa, takut akan ancaman Allah SWT pada kita, karena taqwa yang menyerta.
Sebaliknya rasa senang terasa ketika berbuat baik, karena Ihsan di dada, Allah SWT tahu semua yang diperbuat, maka timbangan baik akan ada di akherat, terasa begitu nikmat.
Bagaimana kita berpikir masalah akherat, bila perut kita memanggil manggil makanan sehat?? Bagaimana kita berpikir sehat, manakala anak-anak kita berteriak sekarat.
Ada kaya ada miskin ditebarkan di bumi ini untuk saling berbagi. Maka panggilan untuk berekonomi Islam adalah suatu hal yang penting, karena bila kita cukup,maka belajar pun senang, rumah tangga pun tentram, keluarga pun penuh kasih sayang, masyarakat pun aman, Negara pun damai.
Sebentar lagi PEMILU..
Bagaimana kita bisa berpolitik yang bagus, bila rakyat masih belum terurus, akhirnya tujuan politik pun tergerus, siapa yang kaya dialah yang akan menjadi penerus…
Terkadang pemerintah pun sangat tidak berpihak, pada kaum lemah yang sepertinya tidak punya hak. Padahal hak mereka untuk mendapatkan Zakat, dari orang orang yang berekonomi kuat.
Sembilan tahun telah berlalu, aku susuri sare’ Sudan (Jalan Sudan) dengan ke tiga anakku. Aku bilang mau ke Tauhid Wa Nur, anakku berkata:”Mau apa Ma? Mau beli Vacuum Cleaner yah??” Dia rupanya tahu kalau mamanya lagi pusing karena vacuum cleanernya rusak. “Nggak Nak, cuman mau lihat lihat aja, harganya berapa?” Whualah yang gini ini ibu ngga ada kerjaan cuman lihat lihat doang.!!
Coba ke lantai satu, lihat sepatu lucu, pink, dengan hiasan hurup “M”. Akhirnya tertarik lalu beli untuk anak perempuanku. Ku bilang:” Nak, ini bagus, ada huruf M nya, lucuu…” Anakkau menjawab,:”Lucuu yah, seperti Mc Donald”..Haaah..Oh Oh kok nyambungnya Mc Donald, ya sudah..Padahal lagi berusaha untuk menghindari restoran cepat saji itu yang katanya berapa persen keuntungannya untuk Negara Israel. Ngeri bayangin peluru peluru mereka bersarang di bayi bayi juga orang orang Palestina yang notabene adalah mereka yang terhina terjajah, tanah air mereka dirampas dengan kekuasaan zalim Israel.
Sembilan tahun sudah berlalu tentang cerita adek mahasiwa itu, namun hari itu, keesokan harinya, ketika anakku memakai sepatu barunya yang bertitel “M” untuk sekolah, kurasakan mata ini berembun..
Setelah semalaman dia tak mau lepas dengan sepatu barunya itu, di pagi hari kuturuni tangga, kupegang tangannya untuk berjalan, terlihat agak kaku dia berjalan, “Nak, sakit yah kakinya?, kalau sakit lepas aja, ganti yah!” Dia langsung menjawab,:”Ngggaaa, sepatunya bagus, ngga sakit, ..Mc Donald aja..!!!”..Begitu sepanjang jalan.. manakala dia berjalan seperti kaku, kutanya sakit ngga? Langsung dia jawab begitu…
Ya Allah Nak..Sepatumu murah, namun kuazamkan diri ini untuk memilihkan di tempat punya orang muslim, punya saudara kita, dada ini sesak mengingat firman Mu.. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”..
Cairo, 17 Maret 2008
Terimakasih Musyaffa Kholil, untuk sebuah cerita yang bagus .
Nb: sepatunya dah letek keseringan di pake..
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>