Menghitung Hari…


Engkau Menyapa, Ketika Kasih Sayang Itu Datang
April 8, 2008, 7:24 am
Filed under: Renungan.. | Tags:

Tumben ada yang datang ngga telpon dulu,..eh pas ditanya, “Sendirian aja dek?”jawabnya,”Ngga teh, barengan kawan, tapi saya suruh duluan,..”..Lhoo, biasalah bingungnya hatiku, bila di lemari es ngga ada apa-apa. Maklumlah, mereka jauh dari kampung sepuluh (Hay ‘asyir) yang lumayan ditempuh se jam lebih apalagi kalau macet. Kan kasihan kalau ngga dikasih apa-apa..

Mulailah mencari apa yang bisa dimasak, karena sayang tahu tempe tidak tersentuh, hanya itu, moga menjadi hidangan pengenyang perut mereka..Ditunggu, ditelpon juga, meuni nyeri beuheung sosongeteun ngatosannana (sampai sakit leher nugguinnya), karena lama mereka tak datang, begitu juga si Adek yang duluan datang, ngga enak hati, bolak balik nanyain juga sampai dimana mereka..

Akhirnya datanglah mereka, “Assalamu’alaikum ..”, “Wa’alaikumsalam, na kamu teh kemana aja..” Dan bla bla, dari mulut ini meluncur pertanyaan-pertanyaaan..”Punten teh, macet lama banget jalannya mobilnya, apalagi di daerah Abbas Saqad..”, mereka menjawab lirih..Terkejut bukan karena kedatangan mereka yang bukan hanya satu dua, tapi dengan apa yang mereka bawa,…

“Dek, apa ini kok bawa bawa segala,” “Itu teh, tadinya mah mau beli kue tart yang gede, tapi ngga ketemu, akhirnya ya beli itu saja, untuk hadiah ulang tahun Yahya..” Gubraaaaaaaaks, lemes diriku mendengarnya dan melihat setelah apa yang dibuka adalah beberapa kue Gatho (Slice cake) yang di rias cantik, dan ku tahu belinya jauh di sana di daerah Abbas Saqad..Mereka membawanya dengan kasih sayang dan diupayakan banget untuk mendapat yang gede, namun adanya yang itu ya di beli saja, dan karena macet….kue itu yang mestinya tetap dalam suhu dingin, akhirnya meleleh semeleleh hati ini, berembun mata ini 

Aduh adek adekku .., makasih banget atas semuanya..Sungguh kami tidak bisa membalas perhatian kalian, banyaknya kami yang selalu merepotkan kalian, diujung do’a sholat kami, selalu menyertakan untuk kalian..karena kami tidak bisa memberikan apa apa hanya do’a yang bisa berikan..

Disetiap kasih sayang itu datang, selalu besertanya “Sapaan Allah”, Aku yang kurang perhatian, kurang bisa memberi, kurang mampu menilai, hanya dari fisik saja, tidak dari kedekatan hati, ternyata dan ternyata mereka peka sekali, mungkin ada beberapa tingkah dan kata yang begitu membuat aku jatuh hati terhadap kalian, aku sebut itu “Sapaan Allah”, sebab dari itu, banyak orang berharap aku lebih dari yang aku miliki sekarang…

Ups, sorry beraku aku  (karena memang ego yang ada didiri ini)..

Baru saja adek mahasiswa datang ke rumahku, dia bilang, “Mbak, jangan beri aku ongkos, karena aku barusan dari Baitul Zakat..!!” ..(Selorohan itu pernah ku jawab”Dek, kalo baru dapat beasiswa dari Baitul Zakat traktir aku yah!!”) eh bener, ketika aku pesan beberapa porsi Baso, tekwan dan mpek mpek,..Dia bilang, “Ngga usah diganti mbak Mimin, itung2 aku traktir keluarga Mbak Mimin..”..Dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada dia, aku terima traktirannya dia, sambil berkata, “Tapi jangan sering sering ya dek!!”..

Ada lagi, seorang adek Mahasisiwi yang berkata,..”Teh, Abdi mah teu gaduh anu caket anu kawit ti lembur abdi, nya atuh abdi mah ngiring ka rerencangan Cirebon, mugia diangken dulur ku teteh..!!” (Teh, saya tuh ngga punya yang dekat berasal dari daerah saya makanya ikut teman2 Cirebon, semoga teteh menganggap saya saudara..!!” Aduh geulis, yap kadieu dirawu ku teteh ( aduh cantik, kesini, dipeluk sama teteh)..

Adek2ku kalian memang penyapa untuk dekat dengan Nya..


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>