
Pada tanggal 29 Januari 2008, Gita Gutawa beserta rombongan. Yang terdiri dari keluarganya (Pak Erwin Gutawa dan Ibu Lulu Gutawa) dan ditemani oleh Pak Chris Pattikawa yang kebetulan bertugas sebagai juri dalam Festival itu..
Festival yang diikuti oleh Gita Gutawa adalah International Nile Song Festival yang ke 6, yang dalam Bahasa Arab dikenal Mahrajan Nile Dauli Assadisa lil Ughnia al tifl. Penyelenggaraan ini bekerjasama dengan UNESCO. Dalam Festival ini Gita Gutawa membawakan lagu To be One karya Budi Bachtiar dan Ria Leimena yang diarransement oleh Erwin Gutawa (papanya Gita) dan performance Gita tampil waktu festival di design Custome oleh Ibunya Gita yaitu Ibu Lulu Adriyani Gutawa.
Sangat menakjubkan prestasi Gita saat itu, karena dengan kapasitasnya yang baru pertama kali mengikuti festival namun bisa menyabet gelar Grand Prize, tebaik untuk semua kategori. Pantaslah kita banggakan keberadaannya, seorang duta bangsa mengangkat nama Indonesia di kancah Laga International. Sampai-sampai Bapak Dubes AM Fachir pun mengadakan Malam Apresiasi Prestasi Gita Gutawa. untuk mensyukuri kemenangan ini, yang dikatakan beliau juga kemenangan untuk bangsa Indonesia, sehingga sangat pantas kita mengadakan acara ini karena jasa Gita sebagai Duta Bangsa di Bidang kebudayaan.
Malam Apresiasi Prestasi Gita Gutawa, diselenggarakan malam Senin kemarin tanggal 4 Februari 2008, KBRI Cairo mengadakan Syukuran atas Kemenangan Gita Gutawa meraih Grand Prize untuk semua kategori terbaik di International Nile Song Festival..
Hadiah diberikan langsung oleh Ibu Negara Madame Susan Mubarak pada Malam Minggu 3 februari 2008, dan dalam penerimaan hadiah tersebut, Gita diberi ucapan selamat, Mdm. Susan Mubarak berucap,”Wah banyak juga ya teman2 kamu disini..”, Maklum supporter anak – anak SIC, setia mendampingi Gita untuk memberikan semangat kepadanya.. Begitu juga ucapan Pak Erwin Gutawa yang menyatakan, ” Setiap teriakan dari supporter seakan menambah power 1 db suara Gita!!”
Malam Apresiasi Prestasi diawali wawancara, yang hanya berlangsung beberapa menit, terburu acara sudah dimulai. Apreasiasi untuk kemenangan Gita Gutawa diselenggarakan di Wisma Duta, sengaja Pak Dubes mengadakannya di rumah kediamannya untuk menghormati dan menghargai duta bangsa di bidang kebudayaan ini. Slide show tentang Gita dan keluarga serta prestasi juga malam ketika tampil di ajang international itu, lalu pemotongan tumpeng, tanya jawab kepada Gita Gutawa juga Papa dan Mamanya dan terakhir Gita menghadirkan dua buah lagu juga bagi2 CD yg sudah ditanda-tanganinya..
Ada beberapa hal yang bisa dicatat dari kedatangan Gita Gutawa ke Cairo ini, banyak sekali yang bisa diambil dari keberadaan Gita dan kemenangan yang diraihnya. Setidaknya dari acara ini, bisa kita tahu banyak apa dibalik kemenangan yang telah diraih Gita Gutawa. Gita, menurut Erwin Gutawa tidak mengikuti alur musik kebanyakan yang lain, karena timbre yang dia punyai lain dengan penyanyi semisal penyanyi dangdut atau penyanyi pop atau genre yang lainnya. Karena Alloh SWT berikan kelebihan masing-masing tanpa mengurangi penghormatan kepada genre yang lain yang berbeda dengan Gita. Hal ini dinyatakan Erwin Gutawa ketika ada pertanyaan kenapa Gita tidak memilih dangdut atau Qosidah?
Ketertatikan Gita Gutawa pada olah vokal ini ternyata tumbuh ketika kelas 2 SD melihat tayangan opera di TV, lalu menanyakan pada papanya, dan oleh Erwin diarahkan dengan memberikan guru khusus untuk Gita. Begitu juga dengan piano, sejak dini Gita sudah dikenalkan dengan alat musik ini, namun untuk selajutnya setelah Gita senang dan menyukainya, Erwin memberikan guru khusus lagi untuk puterinya ini, tidak menanganinya secara langsung tapi tetap mengarahkan dan melihat perkembangan. Karena menurut Erwin sendiri, ada memang ketakutan dalam dirinya untuk anaknya ini, masa seorang musisi seperti dia, tidak mempunyai anak yang tidak mencintai musik, maka sejak kecil sudah diupayai semenjak kandungan ibunya, diletakkan headphone di perut sang ibu. Dan menurut Erwin siapa pun orangnya bila orang itu mempunyai jiwa senang seni atau musik maka dia akan lebih baik dari orang yang tidak mencintai seni atau musik. Dimana pun posisinya dia, apakah dia seorang dokter atau seorang dubes sekali pun. Akan lain menangani hidupnya bila dia senang dengan seni.
Ibu Lulu Gutawa pun ketika ditanya apa trik trik untuk melatih seorang anak sehingga bisa berprestasi, tak ada cara tertentu hanya kedisiplinan dan terutama do’a dan kasih sayang dari orang tua, beliau terharu dengan sikap Ibu Yasmin Fachir yang sampai tahajud untuk bantu do’a Gita. Karena memang benar hanya dengan do’a dan kasih sayang kita bisa mengantarkan anak kita keprestasi.
Gita sendiri ketika ditanya perasaannya dia mendapat kemenangan ini, sangat senang dan berterimakasih kepada semuanya yang dukung dia selama ini, support dari teman-teman SIC selama di Cairo, juga pihak KBRI yang membantu kelancaran dia dalam mengikuti festival ini. Sungguh amat membaggakan dia, dan merupakan kejuaraan yang pertama kali diikuti yang ada jurinya, walau pun sebelumnya sudah pernah diikuti bersama2 teman teman paduan suaranya. Dan Alhamdulilllah bisa dimenangkannya, dengan mendapat hasil yang terbaik, walau pun sebenarnya kejuaraan ini harusnya diikuti oleh dia setahun yang lalu, namun karena suatu hal baru terlaksana tahun ini.
Gita Gutawa, dalam mempersiapkan untuk festival ini sekitar 2 – 3 bulan, dibimbing khusus oleh seorang guru intensif setiap hari, karena kesibukan Erwin, dia hanya melihat perkembangan anaknya ini dalam kematangan untuk Festival. Namun dengan persiapan yang seperti itu ternyata Gita mampu meraih yang dibanggakan bangsanya..
Dalam usia yang 14 tahun ini, kelas 3 SMP AL Izhar Pondok Labu, terlihat sangat dewasa, ternyata terbentuk dari sikap sang Ayah bundanya yang menekankan kedisiplinan. Dan mereka menekankan untuk sekolah yang diutamakan, bila dalam satu kali terjadi kemunduran nilai, maka sang ayah mengultimatum untuk mengurangi kegiatan luarnya, dan ternyata setiap tahun prestasi Gita di sekolah selalu juara umum. Karena Gita pun tidak mau, kalau mainnya dikurangi. gita pun mendisiplinkan dirinya sendiri untuk bisa main dan sekolah dengan baik. Dia ungkapkan satu resep bahwa semua yang dijalaninya dirasakan dengan FUN, sehingga terasa enak, baik ketika Sekolah atau nyanyi atau kegiatan kegiatan yang lain.
Peran Ayah Bundanya sangat berperan besar dalam kehidupan Gita. Sang Ayah, banyak memberikan masukan kepada Gita tentang semua hal tentang musik, sementara Sang Bunda berkaitan dengan masalah pribadi.
Bagi waktu adalah kendala yang paling dirasakan oleh Gita, maka mendisiplinkan diri sendiri adalah cara yang terbaik untuk bisa meraih semua yang ingin dicapainya.
Dalam pesannya Bapak A.M Fachir berkata bahwa hanya dalam satu malam . Gita bisa menghadirkan Ibu Susan Mubarak, karena itu Pak Dubes bisa bersalaman dengan Ibu Mubarak, kalau bukan karena Gita mungkin tidak pernah di ajak wawancara dengan TV, tapi sebab kemenangan Gita pak Dubes pun diwawancarai oleh TV. Kebanggaan bukan hanya untuk kita tapi juga untuk anak anak kita dan adik adik kita di tanah air. Dan Kemenangan Gita memberi pesan-pesan tertentu kalau menggali bakat dalam diri kita, sekecil apa pun, akan menjadi kebanggaan dan kontribusi, bukan hanya bagi diri kita sendiri, bukan hanya untuk keluarga, bukan hanya untuk bangsa kita, tapi juga untuk Internasional sejauh kita mempunyai kesungguhan untuk membina bakat yang ada dalam diri kita. Gita Berhasil dan keberhasilan itu melalui proses yang sangat panjang, tidak dilalui dalam sekejap, mulai dari kelas 2 SD. Ini yang sering kita lupakan, ingin berhasil dalam sekejap.
Selamat untuk Gita dan selamat untuk Indonesia..
2 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Selamat untuk Gita dan terus mengharumkan nama Indonesia khususnya dalam bidang musik.
Comment by Ben December 30, 2008 @ 2:12 pmTerimakasih …Semoga anak bangsa yang lain mengikuti jejaknya..
Comment by mintarsih69 October 4, 2009 @ 11:34 am