Menghitung Hari…


Benteng Qaitbay Alexandria
March 4, 2010, 4:56 pm
Filed under: Uncategorized

Perjalanan yg menyenangkan bersama dengan teman2 di pengajian Annisaa. mengunjugi benteng QAITBAY di Alexandria Mesir..



Mulutmu Harimaumu
March 4, 2010, 1:18 am
Filed under: Renungan.., Tulisan santai

Pertama kali gigi susu Nurhana lepas

Seorang teman cakap sekali dia, tanggap dalam melihat masalah dan mampu mengupasnya dengan kata2 yang baik. Dalam setiap postingannya atau pun nasehat2nya di FB atau di Blognya, tak lupa menaruhkan ilmunya yang ruaaaaaaaar biasa. Karena lingkungan kecil kami, gesekan gesekan itu selalu terjadi, dan boleh dibilang hanya orang2 yang pintar dan bijak yang mampu membawa diri juga menata hati. Bagaimana tidak kita hanya diam, disela teman2 kita bercanda ria dan tertawa senang, bercerita dan saling berseloroh? Alhasil semua pasti percaya, mana tahan untuk tidak kumpul2 dan menyatu dengan teman2 yg notabene satu profesi, misalnya  ibu rumahtangga, dgn suami yg satu kantor lagi. Atau dengan tetangga satu deret kampung..

Dan sang teman tadi selalu dan selalu kalau tak mau dibilang sering, dia mengangkat tema yang paling tajam “pergunjingan”. Bila materi (the topic of the day is ….) masalah diomongin orang dia banyak rujukannya, baik Al Qur’an ataupun hadist bahkan pendapat ulama.

Kita berhenti disini, tolong dicerna bahwa saya menulis tidak membawakan satu tokoh, yaitu misalnya A, tidak begitu tokoh ini ada di sekitar kita, atau bahkan kita sendiri…OK mari kita lanjutkan.

Perilaku yang menarik dari sang teman tadi, dia begitu matang dalam materi, bahkan bila disuruhkannya untuk membuat ceramah, maka materi itu akan begitu melekat dalam ceramah atau kultum yg dibawakannya. Hanya sayang, sayang menurut saya, bila dia kita ajak bicara, dan maaf ngomong kita ngerumpiin satu orang, apa yg terjadi maka berbusa busa bahkan mungkin kita aja kagak tahu malah dia lebih tahu..ckckckckckck…

Sedih, suwer sedih banget punya teman seperti itu, dan paling sedihnya ketika sampai seorang teman terucap, “Dia kan dah sekolah tinggi, pintar, ilmunya banyak,…..kok ngga mengamalkan ilmunya yah,…sadar apa nggak dia yah??” Mungkin kalau satu dua kali tak menjadi masalah, mungkin dia khilaf, tapi sampai terucap kata teman seperti itu, sang teman yang cakap itu tak merasa dirinya salah..eh apa iya yah…

Kadang2 saya suka nyentil sendiri didepan dia, tapi kayaknya ngga berasa, mungkin karena saya kurang begitu peka dgn keadaan,  tidak seperti dia yg peka banget apa pekak yah xixixixi…Kadang berpikir, nich orang musti diapain biar dia tahu kalau dia tuh salah,..tapi karena dia sudah di kuliahan tinggi dibandingkan diriku, pikiran itu tertepis dgn ucapan,..”Well, ngapain ngurusin orang diri sendiri aja kagak keurus..”

Jadi keingetan satu pesan guru, “Janganlah kita merasa bukan bagian dari apa yang dibicaraka Al Qur’an, ketika Al Qur’an berbicara tentang Yahudi, maka bisa jadi otak dan prilaku kita pun sudah mirip Yahudi, maka Allah SWT ingatkan kita, begitu juga ketika berbicara munafik, jgn berpikir akh itu mah bukan saya, tapi bisa jadi bibit penyakit munafik itu sudah ada dalam diri kita, atau bahkan kita sudah menjadi munafik sejati, Naudzubillahi min dzalik”..

Hiiiiiiiiiii ngeri nya yah..

Maka, carilah kawan yang kita bisa sandarkan tubuh kita ke dadanya, dan kita mintakan nasehatnya, “Nasehatilah aku..!!!”. Agar hati ini tidak berkarat untuk menerima hidayah Nya… Beratus2 buku agama atau genre pendidikan moral telah terbaca, namun bila hati belum teduh dengan iman Nya tak akan meraih surga Nya. Walau telah berbusa-busa mulut berbicara tentang akhlak dan prilaku baik, namun bila prilaku kita tak beranjak dari tempat yg kelam, mana mungkin bisa meraih ke ruangan yang terang…

Jaga Mulutmu, karena itu harimaumu..

Jaga Hatimu, karena itu pedangmu..

(eh buat peribahasanya salah ngga yah…aku butuh nasehatmu!!)

Fotonya ngga nyambung banget..nget..



Baba Athiya yang santun dan penolong
March 3, 2010, 9:54 am
Filed under: Renungan.., Tulisan santai
The Egyptian

Polisi Mesir yg Ramah Di Bent Pyramid Dashur Egypt

Di dalam kehidupan kami, mampirlah satu nama yg mungkin ketemunya hanya beberapa kali, namun sungguh membuat diri kami makin mencintainya. Bagaimana bisa kami berkenalan dengannya??? Tak pelak lagi urusannya adalah dgn barang rumah tangga kami yang rusak dan sangat vital kebutuhannya di negeri ini yang mengalami 4 musim, yaitu KULKAS atau lemari es.

Baba Athiya, begitu kami memanggilnya. Sudah penat menghadapi masalah kulkas yg dibetulin sama orang mesir kok ngga bener2, sebentar bener, habis itu break lagi duh itu kulkas maunya dibuang aja. Tapi Alhamdulillah tetangga Indonesia yang hidup di Dokki pada kasih tahu nama dan telepon Baba Athiya yang penolong ini. Setelah menyanggupi, dan tahukah anda dia tak akan menolak untuk menolong orang Indonesia, kapan pun.

Sungguh sangat terharu ketika kami datang ke rumah setelah belanja mendapati sang Baba (bapak) sedang duduk di tangga menunggu kedatangan kami. Kami yang terbiasa dgn kebiasaan orang mesir yang ngaretnya Naudzubillah terkejut dan minta maaf banget pada beliau. Secara beliau dah sepuh banget, dan badannya gemuk, kelihatan susah bernafas pula. Namun patut diacungi jempol dalam menaati janjinya, tepat, walau pun hanya pakai angkutan bus biasa yang kalau dari tempatnya memerlukan waktu berjam2 bila macet.

Tahukan anda, bila orang mesir berjanji terkenal dengan IBM bukan produk  elektronik ini mah. Singkatan aja..

Bila pertama mereka berjanji misalnya kapan anda datang, atau kapan selesainya, atau kapan ada barangnya, pasti akan berucap INSYA ALLAH jam sekian atau hari apa etc…I = Insya Allah

Nah pas dgn yang kita janjikan tuh barang atau orang atau yg dijanjikan ngga ada mereka akan bilang dengan enteng..BUKROH..B=Bukroh artinya besok hari..

Besoknya kita datang, lho belum ada juga apa yang dijanjikan maka dengan tanpa dosa mereka akan bilang MALISY..M = Malisy artinya maaf…hasilnya nyebelin n hati2 bila berjanji dgn orang mesir, jadi jgn salahkan daku bila tak percaya padamu Mesir he3..

Kembali ke cerita Baba Athiya tadi, Baba Athiya dgn apiknya meneliti kulkas kami, dan bila kami bantu karena merasakan kasihan melihat tubuhnya yg tua dan gemuk, pasti dia akan menolak dan berujar, saya masih kuat nak.!! Subhnallah..Dan Alhamdulillah kulkas kami pun beres, diganti motornya, dan dengan badan yg setua itu dia antar ayahnya anak2 membelinya, agar tidak salah dan tidak dibohongi katanya..he3..dah belinya jauh diantar pula..

Selesai memperbaiki kulkas, beliau berpamitan, kami tanyakan berapa ongkosnya dia sebutkan yang membuat kami bengong, untung lalat ngga lewat di mulut kami yg menganga, berasa bertemu malaikat dah. Karena dia hanya menyebut angka yang kecil, yang menurut kami malah tak layak, sebab sebelumnya si tukang reparasi mintanya uang duuuuuuuuuuuh buanyak banget, belum ini itunya, udah gitu ngga lama kulkasnya hidup hiks..

Akhirnya kami pun menambah untuk ongkos beliau pulang, apa yang terjadi saudara? Beliau kembalikan uang kami dan berkata, “Ini dah cukup nak, simpan uangmu untuk jajan anakmu..” Gubraaaak,..klepek2..

Ya Allah Baba, sebegitu halusnya dirimu…soalnya bandingin ama orang mesir yg lain nich..Jadi berpikir ternyata masih ada orang baik banget di masyarakat kalangan bawah mesir ini..Ini kejadian di awal tahun 2000 an..

Ayahnya anak2 ngga tega begitupun saya, kami memaksa untuk menemani beliau ke rumahnya, beliau menolak karena memang rumahnya jauuuuuuuuuuuh sekali.  Tapi tetap ayahnya pergi dgn beliau, dan memang pulangnya dari tempat beliau larut malam, dan dengan cerita yang membuat terharu karena hidupnya hanya berdua dengan istrinya, anak2nya dah berkeluarga semua. Istrinya ramah malah mengajak makan malam. Dan mereka bercerita tentang semua anak2nya..

Setelah kejadian itu kami agak berhati2 bersikap, karena tidak semua orang digambarkan seperti IBM tadi, karena masih banyak orang2 baik di sekitar kita. Selama ini pun, bila ada orang mesir yg tak baik, saya selalu menafikan itu dan menampilkan sisi baiknya mereka, ternyata efeknya ke diri kita, hati kita makin tenang tinggal bersama mereka..

Subhanallah wal hamdulillah wa syukrilillah…Telah Engkau pertemukan kami dgn Baba Athiya



Ibu sesungguhnya yang menjadikan watak kita
March 3, 2010, 1:09 am
Filed under: Renungan..

Satu sapaan menempelak diriku, seharian termenung, dan terkejut dgn sikap diri yg lumayan kasar terhadap anak. Di sela was2 itu makin muncul bayangan bayangan akan kepribadian anak yaang bisa saja mungkin saja menjadi salah karena ketidak pintaran dalam memanage prilaku kita sendiri sebagai orang tua.

Hanya perkara kecil sebenarnya, namun karena bisa jadi ketidaksiapan kita menjadikan tertera erat di otak sang anak. Cara kita yang kadang memaksa anak, sedikit banyak mempengaruhi mereka. Mungkin pembaca akan bingung, ngapain kok pembaca diajakin untuk ikut dlm masalah diriku ini. Hanya sekedar kekagetan diriku saja, ketika bersikap agak kurang wajar, langsung sapaan itu mendekat. Ya Allah begitu cepatnya Engkau menegurku, Alhamdulillah.

Pagi yang sibuk, begitu biasanya menjalani rutinitas, entah karena sudah dianggap rutinitas, kuanggap biasa tangis dan rengek anak2 yg malas2 an untuk sekolah dan bergegas untuk mengejar ilmu. Namun karena seringnya, secara tak sengaja ku beri ultimatum yg membuat anakku kaget. Mungkin antara bingung dan kesal, tumpahan air mata makin menjadi. Kujadikan hati ini gagah, disela kerapuhan melihat uraian air matanya. Sampai berangkat sekolah pun tak ada canda dan lompatan kegembiraannya…Duuuuh pagi yang menyesakkan..

Terus terang melepas anakku pergi dan mendudukkan di bangku kelasnya, masih tak ada senyum di mukanya. Sempat ketika menuruni tangga ku pegang erat tangannya dan kuhapus air matanya, mencoba untuk memberikan support dan menyuruhnya untuk tersenyum, sedikit tersenyum untuk ibunya, tak berhasil..walau pun kata maaf telah terucap sambil mengecup tangannya.

Pulang ke rumah selepas mengantar dia, ku termenung, makin termenung, dan sesak rasanya, apalagi terbayang wajahnya dengan untaian butir bening di pipinya. Beberapa jam di depan Laptop tak bisa mengusir ke was2an itu, mungkin makin menjadi.  Ya Rabb..

Lama sekali menunggu ke waktu pulang sekolah, tak terbendung, akhirnya berlari ke Sekolah dan menunggu mereka pulang. Terlihat wajah yg tadi menangis ceria melihat diriku ada di sekolah, ku peluk dia dan ku elus kepalanya, kucium dengan kasih sayang. Akh Anakku..Engkau kadang begini kadang begitu pintarnya mengolah wajah, Aktor yang baik!!

Aktor!!, bukan konotasi buruk yg ada dikepalaku, karena memang anakku sangat berperasaan. Mungkinkah ibunya yang mengajari??  Bisa juga, jadi ibunyalah sebenarnya aktor yang paling baik yang harusnya mendapat piala citra he3

Bila kuamati, memang dia lebih berperasaan dibandingkan anakku yang lain, salah satu kesempatan baikku adalah seringnya membacakan kisah atau dongeng sebelum dia tertidur. Kadang dongeng atau kisah itu dalam bahasa inggris yang belum bisa dia fahami, tapi suara ibunya membuat dia lebih cepat tertidur. Kadang lebih duluan tidurnya daripada selesainya kisah yang kubaca he3..

Ibu sesungguhnya yang membentuk watak kita, tadinya saya tak begitu percaya, karena kadang ada yg sampai bertolak belakang dgn karakter sang ibu. Namun ternyata sang anak dibesarkan bukan di “lingkungan ibunya” bisa dilingkungan lain, tapi secara implisit “izinnya” sang ibu untuk membiarkan sang anak hidup di lingkungan yang membentuk prilaku permanen sang anak menjadi point pula…

Setujukah Anda??

Cairo 3 Maret 2010 01:05

Untuk Nurhana yang Sholihah

The Smile Girl

Januari 2010



Pujian dan Hati yang Lemah
March 3, 2010, 12:09 am
Filed under: Uncategorized

Mungkin beberapa orang menyatakan bahwa pujian itu meningkatkan kinerja kerja kita.  Sementara disisi lain kadang melemahkan kita. Saat kita tidak bersikap baik terhadap pujian itu seringnya malah bukan membuat hati kita dewasa dgn adanya pujian, malah kerapuhan hati yang ada.

Teringat akan satu pepatah ” Taburkanlah pasir ke mulut orang yang suka memujimu”..

Tahukah anda, Pasir di negeri Arab tempat turunnya hadist ini adalah benda yg mudah diraih, karena jaman itu pasir selalau ada di mana2. Bolehkah anda percaya dgn pepatah ini ataukah tidak? Bolehkan anda menilustrasikan lain, seumpama benda yg ada di dekat anda adalah secangkir kopi panas?…Welwh kok teganya yah..

Seberapa besar sih eksesnya pujian itu sampai menjadikan timbulnya pepatah ini? Makin kita rasakan makin kita percayai nasehat ini untuk kita, terutama untuk diri saya khususnya. Memang tipelogi orang akan berlainan. Namun cabalah anda hidup di lingkungan yang penuh dengan pujian dengan tanpa syarat. Bisakah anda bergerak bebas?

Mungkin belum bisa difahami maskud saya, mari saya kutip sebuah prilaku dlm hidup kita. Seorang ibu mengeluhkan dirinya yang tak bisa mendidik anak, dengan tak sengaja ibu itu membandingkan anaknya dan anak si lawan bicara, namun ternyata ibu yg menjadi lawan bicara pun punya keluhan yg sama, walau pun dengan sisi yg berbeda. Nada bicaranya lebih menekankan “inilah saya”,  tak lupa sedikit melontakan nasehat juga pujian… Pujian itu sering terlontar, ibu yg mengeluh tadi pun berpikir, jgn2 ini tipe pujian yg melemahkan saya, karena jelas ibu ini sedang lemah hatinya..

Bersyukur sang ibu sadar, semalaman dia merenungkan pujian2 yang terlontarkan untuknya, padahal kenyataannya Non Sense. Bisakah anda bayangkan anda memuji seseuatu yg sebenarnya tak ada pada diri seseorang. Penipuankah?  Yup, betul sekali,…jadi saya makin merasa khawatir dgn lontaran pujian yg tak ada “rasa”.. Rasa memuji yaitu memuji untuk merasakan senang dan mencoba membangun sifat jiwa yg dipuji..

Nasehat dari seorang alim, ketika anda dipuji maka cepatlah mengmbalikan kepada Yang Mempunyai Segala Pujian yaitu Allah SWT..Bagi anda yang akan memuji orang, sebelum memuji berpikirlah apakah anda mampu membuat si penerima pujian bisa mengembalikan pada Sang Penciptanya atau kah membuat hatinya rapuh, yaitu timbul sifat sombong dan sebagainya yang itu hanya dimiliki oleh Sang Pencipta..

Sebelum anda ditaburi pasir orang lain, berhentilah memuji yang tanpa alasan or cuma basa basi!!!

Takutlah akan bertambahnya golongan orang2 yg sombong kepada Penciptanya gara2 pujian anda!!!

Tapi teruslah memuji yang membuat orang2 makin dekat dengan Sang Pencipta..

Moga dari pujian kita kepada sesama makin banyak orang sadar untuk kembali ke Jalan Nya.

Saya kira tak sulit, hanya butuh mikir dikit..

“Oh bagusnya bajumu!!, pinternya Anakmu!!”

“Oh ya, akh kamu bisa aja muji..Biasa aja kok, dia hanya rajin belajar..”  Srrrrrrrrrrrrrrttttt..hati2…tariklah lawan bicara untuk mengucap..”Alhamdulillah”…

Bila tidak bisa menarik lawan bicara anda untuk mengucap Alhamdulillah maka anda menambah golongan orang2 sombong tadi..Astagfirullah…Maka rasanya cukuplah anda mendapatkan taburan pasir itu..

Semoga bisa menarik hikmahnya.

Cairo 3 maret 00:09



Film Ayat Ayat Cinta, Dengan Kang Abik
April 8, 2008, 7:39 am
Filed under: Liputan | Tags:

Saya pernah menanyakan pertanyaan dari Ade Siti, tentang bagaimana sikap Kang Abik tentang Film Ayat Ayat Cinta itu..secara seloroh saya katakan apakah ada kekhawatiran untuk mengubah rasa ketika Novel itu diterjemahkan (ini pertanyaan dari Andrea, yang menanyakan sudahkah Ayat Ayat Cinta diterjemahkan ke Bahasa Arab). Ternyata Kang Abik mengakui kekhawatiran itu dan begitu juga ketika difilmkan…

Saya Upload di youtube, dan subhanallah antusias kawan kawan untuk mencari Film Ayat Ayat Cinta itu semangat banget. Untuk seorang ibu seperti saya, penghargaan terhadap kaum muda yang ingin tahu banyak tentang Film itu sangat dibanggakan, betapa hausnya mereka untuk mencari hiburan dengan genre yang berbeda, lebih dari sekedar film biasa..

Sengaja saya kasih judul seperti di atas, ternyata yang berkunjung sudah banyak..

Saya sengaja mampir di youtube, mudah2an seterusnya ingin mengupload yang mendidik kita ke arah yang baik…Semoga…

http://www.youtube.com/watch?v=vRojPIZkkCU



Marahlah Anda, Pada Tempatnya
April 8, 2008, 7:33 am
Filed under: Renungan.. | Tags:

Orang yang mu’min itu ketika dia marah, selalu memberi ma’af.

Imam Syafei berkata,:”Orang yang dimarahi terus ngga marah , maka dia itu keledai (himar).”

Marah yang bagaimana??

Menurut Yusuf Al Qorodhowi : Yang diejek agamanya, tempat ibadahnya, diinjak-injak ajarannya terus dia ngga marah maka dia adalah mayit…

Bila kita disinggung dalam masalah remeh hal itu bisa dima’afkan, namun ketika masalah prinsip tak ada ma’af dan kita wajib untuk membela diri.

Bershodaqoh dengan harga diri maka itu boleh, artinya ketika harga diri anda dilecehkan, terus anda tidak memberikan perlawanan, maka itu bisa dicatat shodaqoh..

Orang Islam perlu mema’afkan dengan 2 kondisi, Dia kita ma’afkan jika dengan kita ma’afkan dia mau tahu diri..Bila tidak (maksudnya malah tidak tahu diri) maka kita boleh lakukan perlawanan..

Dan bila marah pun harus setimpal, tidak boleh sampai melampaui batas, nah yang seperti ini susah banget. Makanya menahan amarah itu maha berat, bukan suatu yang ringan. Sifat yang mendalam dari seorang muslim adalah Sa’jiah yaitu mudah mema’afkan..

Marah karena Allah itu yang mendapat pahala..Bukan berati orang Muslim harus keras dan sangar lho…

Satu kasus ketika Eropa sangat membenci Islam, apa yang dilakukan oleh seorang Pendakwah Muda sekelas Amr Kholid. Beliau begitu apik menyelesaikan masalah ini. Bukan berarti diam atau marah secara frontal, tapi yang dilakukannya adalah mengajak Dialog, karena bisa jadi mereka seperti itu karena mereka tidak tahu apa yang ada dalam Islam. Maka diselenggarakanlah seminar, dengan mengundang beberapa organisasi untuk bertatap muka, selesai seminar, masih ada follow up setiap meja disediakan 1 orang pemuda Islam untuk 5 orang menjawab semua pertanyaan yang berkenaan dengan Islam yang dilontarkan mereka, dan setiap 3 bulan sekali ada misi, juga 2000 buku perpustakaan berjalan…

Ada pesan dari Allah SWT, :” …dan apabila mereka marah mereka memberi ma’af” (Asy syuura 37). Ini adalah sikap mental jiwa seorang muslim apabila marah maka mereka memberi ma’af. Maka kita diperintahkan pula untuk tidak boleh membuat jiwa orang lain tertekan, Allah perintah kan untuk jangan buat marah orang..

Marah mendapat pahala, dicontohkan oleh prilaku Sayyidina Rasulullah SAW, ketika datang  orang yang punya ide untuk mengubah hukuman seorang pencuri, karena kebetulan yang mencuri adalah seorang penggede, maka bergegaslah Rasulullah SAW ke atas mimbar sambil berkata,:” Andaikan putriku Fatimah mencuri, maka akan di potong tangannya..”

Apabila kita sudah ma’afkan orang bukan berarti kita Ridho dengan kedholiman, bisa sabar dengan kedholiman itu butuh waktu. Maka berlatihlah untuk jangan mudah menuduh orang, refferensikan langsung ke orangnya, bila sudah tahu ada keaiban yang dimiliki oleh teman kita maka tutupilah, karena itu amanah dari Allah SWT, orang yang menutupi aibnya orang maka Allah SWT akan menutupi aibnya nanti di akherat…

Ya Robb, semoga aku selalu berada di Jalan Mu…



Engkau Menyapa, Ketika Kasih Sayang Itu Datang
April 8, 2008, 7:24 am
Filed under: Renungan.. | Tags:

Tumben ada yang datang ngga telpon dulu,..eh pas ditanya, “Sendirian aja dek?”jawabnya,”Ngga teh, barengan kawan, tapi saya suruh duluan,..”..Lhoo, biasalah bingungnya hatiku, bila di lemari es ngga ada apa-apa. Maklumlah, mereka jauh dari kampung sepuluh (Hay ‘asyir) yang lumayan ditempuh se jam lebih apalagi kalau macet. Kan kasihan kalau ngga dikasih apa-apa..

Mulailah mencari apa yang bisa dimasak, karena sayang tahu tempe tidak tersentuh, hanya itu, moga menjadi hidangan pengenyang perut mereka..Ditunggu, ditelpon juga, meuni nyeri beuheung sosongeteun ngatosannana (sampai sakit leher nugguinnya), karena lama mereka tak datang, begitu juga si Adek yang duluan datang, ngga enak hati, bolak balik nanyain juga sampai dimana mereka..

Akhirnya datanglah mereka, “Assalamu’alaikum ..”, “Wa’alaikumsalam, na kamu teh kemana aja..” Dan bla bla, dari mulut ini meluncur pertanyaan-pertanyaaan..”Punten teh, macet lama banget jalannya mobilnya, apalagi di daerah Abbas Saqad..”, mereka menjawab lirih..Terkejut bukan karena kedatangan mereka yang bukan hanya satu dua, tapi dengan apa yang mereka bawa,…

“Dek, apa ini kok bawa bawa segala,” “Itu teh, tadinya mah mau beli kue tart yang gede, tapi ngga ketemu, akhirnya ya beli itu saja, untuk hadiah ulang tahun Yahya..” Gubraaaaaaaaks, lemes diriku mendengarnya dan melihat setelah apa yang dibuka adalah beberapa kue Gatho (Slice cake) yang di rias cantik, dan ku tahu belinya jauh di sana di daerah Abbas Saqad..Mereka membawanya dengan kasih sayang dan diupayakan banget untuk mendapat yang gede, namun adanya yang itu ya di beli saja, dan karena macet….kue itu yang mestinya tetap dalam suhu dingin, akhirnya meleleh semeleleh hati ini, berembun mata ini 

Aduh adek adekku .., makasih banget atas semuanya..Sungguh kami tidak bisa membalas perhatian kalian, banyaknya kami yang selalu merepotkan kalian, diujung do’a sholat kami, selalu menyertakan untuk kalian..karena kami tidak bisa memberikan apa apa hanya do’a yang bisa berikan..

Disetiap kasih sayang itu datang, selalu besertanya “Sapaan Allah”, Aku yang kurang perhatian, kurang bisa memberi, kurang mampu menilai, hanya dari fisik saja, tidak dari kedekatan hati, ternyata dan ternyata mereka peka sekali, mungkin ada beberapa tingkah dan kata yang begitu membuat aku jatuh hati terhadap kalian, aku sebut itu “Sapaan Allah”, sebab dari itu, banyak orang berharap aku lebih dari yang aku miliki sekarang…

Ups, sorry beraku aku  (karena memang ego yang ada didiri ini)..

Baru saja adek mahasiswa datang ke rumahku, dia bilang, “Mbak, jangan beri aku ongkos, karena aku barusan dari Baitul Zakat..!!” ..(Selorohan itu pernah ku jawab”Dek, kalo baru dapat beasiswa dari Baitul Zakat traktir aku yah!!”) eh bener, ketika aku pesan beberapa porsi Baso, tekwan dan mpek mpek,..Dia bilang, “Ngga usah diganti mbak Mimin, itung2 aku traktir keluarga Mbak Mimin..”..Dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada dia, aku terima traktirannya dia, sambil berkata, “Tapi jangan sering sering ya dek!!”..

Ada lagi, seorang adek Mahasisiwi yang berkata,..”Teh, Abdi mah teu gaduh anu caket anu kawit ti lembur abdi, nya atuh abdi mah ngiring ka rerencangan Cirebon, mugia diangken dulur ku teteh..!!” (Teh, saya tuh ngga punya yang dekat berasal dari daerah saya makanya ikut teman2 Cirebon, semoga teteh menganggap saya saudara..!!” Aduh geulis, yap kadieu dirawu ku teteh ( aduh cantik, kesini, dipeluk sama teteh)..

Adek2ku kalian memang penyapa untuk dekat dengan Nya..



Renungan Hari Ini
April 8, 2008, 7:17 am
Filed under: Renungan.. | Tags:

sepatu itu“Janganlah Merasa Terhina”

 

Cairo di pertengahan tahun 1999. Seperti biasanya seorang adek Mahasiswa Azhar datang bersilaturrahim ke rumahku. Dia bercerita, tadi ketika dia main ke Makram ‘Abid, sambil menuggu bis lewat, rupanya dia mendengar percakapan dua orang remaja tanggung, dengan membawa tas kresek yang berisi sepatu dan baju yang baru saja mereka beli. Dengan saling memperlihatkan apa yang mereka beli kepada temannya, salah satu dari mereka berkata, ” Saya senang membeli barang di Tauhid Wa Nur, karena harganya murah, terjangkau oleh kalangan bawah!!”, Hal ini ditimpali pula oleh temannya, “Bukan hanya murah, namun barang nya pun kwalitasnya cukup memuaskan!!”..

 

Adek mahasiswa itu dengan mimik dan mata yang berbinar berkata, ” Saya senang dengan keberadaan toko semisal Tauhid Wa Nur yang beda dengan yang lain, mengusung nama Islam, tak malu memperdengarkan Ayat Suci Al Qur’an sepanjang terbukanya pintu toko tersebut. Dan tak malu pula menjadi pioneer toko muslim. Konon katanya keberadaan toko tersebut yang sudah merambah ke seluruh pelosok Mesir, menjadi saingan dari toko yang dimiliki oleh pemerintah. Walau pun harga dari toko pemerintah sudah murah, namun Tauhid Wa Nur bisa menekan lebih banyak lagi dan disenangi oleh lapisan menengah ke bawah.” Aku terpekur mendengarnya.

 

Apakah mungkin ada di Indonesia yang notabene penduduk muslimnya terbesar diseluruh dunia.??

 

Sekilas teringat Firman Allah SWT :

wur (#qãZÎgs? Ÿwur (#qçRtøtrB ãNçFRr&ur tböqn=ôãF{$# bÎ) OçGYä. tûüÏZÏB÷sB ÇÊÌÒÈ

  

139.  Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran 139 )

 

Keberadaan Ekonomi Islam Sangatlah Urgent, Karena mana bisa kita diperhatikan orang kalau ekonomi kita tak kuat!!

 

Mengupas zaman dahulu, ketika Syarikat Dagang Islam mendirikan partainya, apa yang melatarbelakanginya adalah karena bentukan mental aqidah kuat yang memang ingin berekonomi tapi berekonomi secara Islam.

 

Kalau ber Islam maka seluruh yang kita lakukan pun harus memakai cara yang diajarkan agama ini. Tidak asal hantam kromo, atau separuh separuh kita pakai. Kalau kita berbuat apa yang tidak kita mampu, mesti kita rasakan dosa, karena Iman di dada katakan itu. Apalagi bila kita kerjakan dosa, rasa hina ada di rasa, takut akan ancaman Allah SWT pada kita, karena taqwa yang menyerta.

 

Sebaliknya rasa senang terasa ketika berbuat baik, karena Ihsan di dada, Allah SWT tahu semua yang diperbuat, maka timbangan baik akan ada di akherat, terasa begitu nikmat.

 

Bagaimana kita berpikir masalah akherat, bila perut kita memanggil manggil makanan sehat?? Bagaimana kita berpikir sehat, manakala anak-anak kita berteriak sekarat.

 

Ada kaya ada miskin ditebarkan di bumi ini untuk saling berbagi. Maka panggilan untuk berekonomi Islam adalah suatu hal yang penting, karena bila kita cukup,maka belajar pun senang, rumah tangga pun tentram, keluarga pun penuh kasih sayang, masyarakat pun aman, Negara pun damai.

 

Sebentar lagi PEMILU..

Bagaimana kita bisa berpolitik yang bagus, bila rakyat masih belum terurus, akhirnya tujuan politik pun tergerus, siapa yang kaya dialah yang akan menjadi penerus…

 

Terkadang pemerintah pun sangat tidak berpihak, pada kaum lemah yang sepertinya tidak punya hak. Padahal hak mereka untuk mendapatkan Zakat, dari orang orang yang berekonomi kuat.

 

Sembilan tahun telah berlalu, aku susuri sare’ Sudan (Jalan Sudan) dengan ke tiga anakku. Aku bilang mau ke Tauhid Wa Nur, anakku berkata:”Mau apa Ma? Mau beli Vacuum Cleaner yah??” Dia rupanya tahu kalau mamanya lagi pusing karena vacuum cleanernya rusak. “Nggak Nak, cuman mau lihat lihat aja, harganya berapa?” Whualah yang gini ini ibu ngga ada kerjaan cuman lihat lihat doang.!!

 

Coba ke lantai satu, lihat sepatu lucu, pink, dengan hiasan hurup “M”. Akhirnya tertarik lalu beli untuk anak perempuanku. Ku bilang:” Nak, ini bagus, ada huruf M nya, lucuu…”  Anakkau menjawab,:”Lucuu yah, seperti Mc Donald”..Haaah..Oh Oh kok nyambungnya Mc Donald, ya sudah..Padahal lagi berusaha untuk menghindari restoran cepat saji itu yang katanya berapa persen keuntungannya untuk Negara Israel. Ngeri bayangin peluru peluru mereka bersarang di bayi bayi juga orang orang Palestina yang notabene adalah mereka yang terhina terjajah, tanah air mereka dirampas dengan kekuasaan zalim Israel.

 

Sembilan tahun sudah berlalu tentang cerita adek mahasiwa itu, namun hari itu, keesokan harinya, ketika anakku memakai sepatu barunya yang bertitel  “M” untuk sekolah, kurasakan mata ini berembun..

 

Setelah semalaman dia tak mau lepas dengan sepatu barunya itu, di pagi hari kuturuni tangga, kupegang tangannya untuk berjalan, terlihat agak kaku dia berjalan, “Nak, sakit yah kakinya?, kalau sakit lepas aja, ganti yah!” Dia langsung menjawab,:”Ngggaaa, sepatunya bagus, ngga sakit, ..Mc Donald aja..!!!”..Begitu sepanjang jalan.. manakala dia berjalan seperti kaku, kutanya sakit ngga? Langsung dia jawab begitu…

 

Ya Allah Nak..Sepatumu murah, namun kuazamkan diri ini untuk memilihkan di tempat punya orang muslim, punya saudara kita, dada ini sesak mengingat firman Mu.. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”..

 

Cairo, 17 Maret 2008

Terimakasih Musyaffa Kholil, untuk sebuah cerita yang bagus .

 

Nb: sepatunya dah letek keseringan di pake..



LPIT BIAS (Bina Anak Sholeh)
March 10, 2008, 11:41 am
Filed under: Uncategorized | Tags:
Kehadiran Pendidikan yang Mengusung Akhlak Anak Bangsa sangat Urgent, maka hal itu yang menjadi PR bagi kita semua selaku pemerhati umat, pelaku dalam kehidupan ini, mempunyai generasi yang mesti diselamatkan. Kata kawan saya, “Jangan munafik, ngomongin orang lain aja, lihat borok di umat Islam sendiri, banyak yang mengusung nama Islam namun bejat,!!”, sengaja replay dia tidak saya delete, karena apa? Dia begitu perhatian terhadap yang sekecil itu, ketika kita bicara akhlak umat Islam di Indonesia yang tergerus oleh budaya bangsa lain, dia menuturkan hal yang mestinya pedih untuk kita, namun itulah kenyataan. Lalu bagaimana kita?? Itulah PR kita ngga hanya sekedar ngomong aja tentang ini jelek namun tidak ada reaksi bagaimana untuk merubahnya. Hendaknya kita berusaha untuk memunculkan usaha bukan sekedar ide untuk bangsa ini. Saya kupaskan sedikit yang saya alami, dan sekarang masih dijalani oleh kawan kawan seperjuangan kita di Indonesia untuk menyelamatkan bangsa ini. Saya tidak ikut serta berperan lagi, setidaknya bagi yang lain bisa dijadikan kekuatan untuk membangun akhlak bangsa ini yang lebih baik lagi..Beberapa tahun belakangan ini kita mengenal Lembaga Pendidikan Islam Terpadu. Banyak orang yang mempertanyakan mau dibawa ke mana anak anak yang memasuki pendidikan yang seperti itu? Bukan suatu hal yang mengherankan memang, ketika masa tahun 1990 an , masa pentarbiyahan mulai diusung dari muali anak anak kecil yang mempelajari Al Qur’an secara cepat dan lancar juga benar, yang kita kenal dengan lembaga TPA. Kemunculan itu tidak lepas dari jasa para pendahulu kita, yang berusaha untuk mengenalkan kepada anak anak dengan kitab sucinya secara cepat, tidak mengikuti metode otang tua kita zaman dulu yang berasa lama dan membosankan. Dengan diberi pendidikan sambil bermain dan bernyanyi merupakan metode tepat yang bisa diajakan kepada anak anak..

Saya ingat dahulu bersama teman teman KPAQ (Kelompok Pengajian Al Qur’an) Yogyakarta , mulai merintis pemahaman untuk mengenalkan Al Qur’an, yang tentu ini tidak sekedar bisa baca namun faham, karena ketidakinginan kita ketika Al Qur’an hanya sekedar wirid wirid atau jampi jampi yang tidak berjiwa dalam kehidupan keseharian mereka. Sungguh alot mengenalkan metoda ini kepada anak anak apalagi kepada masyarakat. Setiap bacaan dan hafalan berusaha direflesikan dalam kehidupan keseharian mereka, dengan cara diskusi yang sunguh seru, karena ternyata masyarakat sudah anggap biasa hal tersebut. Bahas TV, Bahas Film, Bahas dukun, Bahas Klenik2, ternyata anak2 pun terimbas akan pemahaman dari ayah bundanya, bahwa itu boleh, ini tidak apa apa, waduh mau dibawa kemana aqidah mereka kalau begini…

Saya melihat sendiri bagaimana kawan kawan seperjuangan membahas kurikulum yang mau dipakai dalam TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) sementara cabang kami yang di Gembong asuhan Pak Abdul Kholik dan Bu Yanti memakai TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) karena disamping mereka berdiri pula TPA (Taman Pendidikan Al Kitab). Kawan kawan saya yang punya basic kuliah IKIP YOGYAKARTA sangat trampil untuk membuat kurikulum sehingga dibuat fleksibel sekaligus dengan uraian dan target pencapaian yang diharapkan..Itupun dikerjakan sangat alot, dan sering berubah ubah, karena prinsip kami kurikulum selalu berubah sesuai dengan tuntutan zaman.

Itu dulu…

Sekarang sudah menjadi lembaga pendidikan yang diberi nama Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Bina Anak Sholeh, suatu lembaga yang sudah lama berdirinya, dan sekarang sudah mempunyai cabang yang banyak di berbagai daerah, karena keterkaitan kami dengan pengajian Tafsir yang diadakan untuk memahami Al Qur’an dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari hari. Setelah awal pembentukan Toko Swalayan Muslim ASSHIROT, lalu Bank syariah pun di buat untuk mengembangkan ekonomi Islam, maka dibidang pendidikan pun, PG (Play Group). TKIT (Taman Kanak kanank Islam Terpadu), SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu), SMPIT (Sekolah Menengah Islam Terpadu) dan baru tahun kemarin Maret 2007 mempunyai SMAIT yang masih difocuskan di PATI sebagai pusat dari kegiatan, seiring pula dengan pembangunan Pesantren Muwwahid, suatu perjalanan yang masih panjang karena target adalah tahun 2030, kita memiliki generasi Islam yang berwawasan Internasional..

Maka LPIT Bina Anak Sholeh pun mengusung pesan SIBI (SEKOLAH ISLAM BERWAWASAN INTERNASIONAL)

Penekanan Aqidah sangat diutamakan, karena dengan aqidah yang lurus maka jalan ke arah surga akan bisa kita raih. Perjalanan masih panjang, maka dukungan dari berbagai pihak pun sangat dibutuhkan. Maka LPIT ini pun bergabung dengan masyarakat menerima shodaqoh, infaq dan zakat untuk disalurkan sebagaimana mestinya. Dan seperti kemarin saya berkunjung ke rumah Ibu Lilik Indriati, Direktur LPIT Yogya, “Semua ini karena bermainnya Tangan Allah SWT, karena kalau bukan atas kekuasaan Nya, semua apa yang kita jalankan tidak akan bisa diraih..

Ada beberapa cabang LPIT BINA ANAK SHOLEH, yang mungkin berguna bagi anda:

1. Yogya PGIT/TKIT/SDIT/SMPIT Bina Anak Sholeh, Jln. Sisingamangaraja 69 telp 0274-388422 Fax 0274-374773

2. Pati PGTIT/TKIT/MIT/SMPIT/ Ya Ummi Fatimah, Jln. Diponegoro 155 telp. 0295-5505500

3. Klaten PGIT/TKIT/SDIT Bina Anka Sholeh Jln. Melati 18 Mlijon Klaten Telp 0272-322361

4. Gombong PGIT/TKIT/SDIT Ath Thoriq Jln. Wilis 13 Wero Telp. 0287-473192

5. Cilacap PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln Masjid S telp. 0282-531911

6. Cilacap PGIT/TKIT/SDIT As Sakinah jln. Bisma 50 Telp. 0282-548005

7. Tegal PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln. Dadali 12 telp. 0283-3307092

8. Merger Magelang Temanggung PGIT/TKIT/SDIT Bina Anak Sholeh Jln. Sunan Kalijaga 13 Karet telp. 0293-362036

9. Semarang PGIT/TKIT Bina Anak Sholeh Jln Wahyu Temurun X Blok B Perum Tlogosari Telp. 024-6724838

10. Kudus PGIT/TKIT Ya Ummi Fatimah Jln Ali Mahmudi telp. 0291-3301315




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.